Umroh Akhir Ramadhan 17 hari Hanya Rp 35,3 juta

diposkan pada : 20-03-2020 16:39:51 Mengamalkan Rukun Iman

6 Rukun Iman, Beserta Pengertian dan Penjelasannya Secara Lengkap!

Setiap muslim, pasti tak melulu harus memahami 6 rukun iman saja, namun pun harus dapat mengamalkannya dan meyakininya, supaya mengetahui bagaimana esensi kehidupan tersebut yang sesungguhnya. Seperti halnya secara harfiah, bahwa rukun iman dipungut dari Bahasa Arab yang dengan kata lain percaya. Sedangkan secara istilah artinya ialah membenarkan hati yang dibacakan dengan lisan dan dilaksanakan dengan perbuatan.

Dari situ jelas terlihat, bahwa masing-masing orang tak melulu harus mengetahuinya saja, namun pun harus menanamkan dalam dirinya bahwa mempercayai bahwa 6 rukun iman tersebut harus dinyatakan dengan teknik diikrarkan secara lisan, serta diperlihatkan dengan tindakan secara nyata.

Lalu bagaimana guna mengamalkannya secara langsung? Tentu di samping dengan mempercayai keberadaannya diimbangi pula dengan tindakan baik, yang menggambarkan setiap unsur 6 rukun iman tersebut. Bagi lebih jelasnya, mengenai bagaimana kita akan melaksanakan dari  rukun iman tersebut, simak keterangan secara menyeluruh tentang ulasan rukun iman inilah ini!

Pengertian Iman Dalam Al-Qur’an dan Hadits yang Wajib kita Ketahui

Pengertian rukun iman dipaparkan secara jelas dalam Al- Qur’an maupun Hadits. Adapun pengertiannya, yakni:

    Pengertian Iman dalam Al- Qur’an

Arti iman dalam Al-Qur’an, yakni membetulkan penuh dengan Keyakinan bahwa Allah, mempunyai kitab-kitab yang diturunkan pada hamba-hambanya secara benar dan jelas, sebagai tuntunan yang jelas. Serta, bahwa-Nya Al-Qur’an adalahkalam Allah yang difirmankan-Nya dengan paling benar.

    Arti Iman dalam Hadits, yakni sebuah pembenaran batin, dimana Rasulullah menuliskan bahwa hal-hal beda sebagai iman, yaitu laksana bermurah hati, akhlak yang baik, sabar, cinta rasul, cinta sahabat, rasa malu serta lainnya.

Selain definisi iman demikian, Iman (الايمان) sendiri berasal dari bahasa Arab, yang dengan kata lain percaya atau membetulkan dengan hati. Sedangkan secara istilah iman memiliki 3 poin penting, yakni:

    Membenarkan dengan hati
    Mengikrarkan dengan lisan
    Dan, melaksanakan dengan anggota badan.

Dari ke 3 poin tersebut, penjelasan makna iman yang jelas, yaitu sebagai berikut:

    Membenarkan Dengan Hati

Untuk poin yang kesatu ini, artinya ialah menerima segala sesuatu yang diajarkan oleh Rasulullah.

    Mengikrarkan Secara Lisan

Dengan memakai kata ‘lisan’, pasti maksudnya merupakan mengucapkannya dengan kata, contohnya pada rukun iman yang kesatu, yaitu dengan menyampaikan atau mengikrarkan dua kalimat syahadat yang bunyinya “
Laa ilaha illallahu wa anna Muhammadu Rasullullah”. Artinya “Aku bersaksi, bahwa tiada Tuhan yang mesti disembah kecuali Allah, dan aku menyatakan bahwa Nabi Muhammad ialah utusan Allah.”

    Mengamalkan Dengan Anggota Badan

Yang dimaksud dengan melaksanakan ini, pasti dengan perbuatan. Yakni maksudnya ialah hati mengamalkannya dengan format keyakinan, sedang anggota badan mengamalkannya dengan format ibadah-ibadah cocok pada fungsinya.
Pembagian 6 Rukun Iman Beserta Penjelasannya Secara Lengkap

pembagian 6 rukun iman beserta penjelasannya secara lengkap

Terdapat 6 rukun iman yang wajib dipercayai oleh manusia. Nah, menurut hadits Rasulullah, pembagian 6 rukun iman sendiri ialah ditemui secara langsung dan bertanya mengenai 3 hal. Dan 3 urusan itu ialah Islam, Iman dan Ihsan.

Dimana, jawaban dari 3 urusan pertanyaan mengenai iman tersebutlah, yang lantas disepakati oleh semua ulama, ada 6 rukun iman yang mesti diyakini. Adapun pembagian 6 rukun iman, yakni:

    Iman untuk Allah
    Iman untuk para Malaikat Allah
    Iman untuk kitab-kitab Allah
    Iman untuk para Rasul
    Iman untuk hari Kiamat
    Iman untuk Takdir.

Apakah mempercayai rukun iman hanya lumayan dengan memahami saja? Tentu tidak. Dimana di samping Anda mengetahui, pun harus mengetahui secara mendalam, supaya tahu bagaimana hakikatnya dalam kehidupan sehari-hari. Adapun penjelasan tentang pembagian 6 rukun iman secara lengkap, simak keterangan berikut ini!

Iman Kepada Allah

Rukun iman yang kesatu yaitu iman untuk Allah. Hal ini, pasti menjadi urusan yang paling fundamental dalam Agama Islam, Dimana setiap insan tentu mesti mempercayai bahwa melulu Allah lah yang mesti disembah tidak terdapat lainnya. Seperti pada rukun Islam yang kesatu yaitu sahadat yang bunyinya ialah “tiada Tuhan yang mesti disembah kecuali Allah.

Sebagai rukun iman yang kesatu dan wajib guna diamalkan, pasti Iman untuk Allah ini, yakni melulu diungkapkan dengan ucapan-ucapan saja. Namun pun harus diyakini dengan hati, serta diperlihatkan melalui perbuatan. Ya, sangat sia-sia bila melulu mengucapkannya dalam hati bila tak mengamalkannya secara perbuatan.

Atau kita pernah mengenal istilah Islam KTP? Dimana orang-orang itu memang mempercayai bahwa Islam ialah agama yang benar, tetapi disayangkan bila apa yang diperintahkan oleh Allah tak dilaksanakan, salah satunya dengan meyakini rukun iman.

Di samping itu, untuk mempercayai bahwa rukun Iman yang kesatu ialah Iman untuk Allah, yaitu dengan teknik meyakini bakal sifat-sifat Allah, serta melaksanakan 99 Asmaul Husna. Berkaitan dengan urusan tersebut, Iman untuk Allah sendiri adalahdasar dari Agama Islam.

Dimana dengan mempercayai akan iman untuk Allah, tentu insan mengakui bahwa Allah lah Tuhannya, yang bakal selalu memantau hamba-nya. Dengan demikian, tentu insan tak hanya lumayan menjadi muslim saja, namun pun harus menjadi orang yang beriman.

Jadi, tidak boleh pernah melalaikan rukun iman yang kesatu ini, supaya Anda benar-benar diridhoi oleh Allah dalam kehidupan ini.

Iman Kepada Malaikat-Malaikat Allah

Rukun iman yang kedua yakni, Iman untuk malaikat. Ya, bahwasanya, setiap insan harus mempercayai adanya malaikat yang adalahmakhluk Allah, yang pun menjalankan perintah-Nya. Namun bertolak belakang dengan manusia, makhluk ciptaan Allah yang mulia ini, dibuat dari nur atau cahaya.

Tak melulu itu saja, bahkan malaikat juga dibuat oleh Allah untuk tidak jarang kali beribadah atau menjalankan tugas tertentu, tanpa mengerjakan dosa sama sekali.  Ya, Allah membuat malaikat guna menjadi makhluk yang paling patuh dan tunduk untuk Allah. Dengan demikian, pasti sebagai insan yang beriman, Anda mesti mempercayai adanya malaikat Allah.

Tahukah kita berapa jumlah malaikat Allah? Apakah melulu ada 10? Tentu tidak. Perlu kita ketahui, Allah tak melulu menciptakan 10 malaikat yang mempunyai tugas tertentu saja, tetapi ribuan malaikat dengan tugasnya masing-masing. Bahkan, Allah pun menciptakan malaikat yang tugasnya melulu bertasbih.

Jadi, semenjak ia dibuat hingga nanti kiamat, ia melulu akan bertasbih pada Allah. Terlepas dari urusan tersebut, sebagai berikut 10 Malaikat Allah beserta tugasnya yang mesti diketahui:

    Malaikat Jibril, Tugasnya ialah Membawa Wahyu

Membahas mengenai Malaikat Jibril, pasti kaitannya ialah malaikat yang mengucapkan wahyu Al- Qur’an untuk Nabi Muhammad. Ya, tugas malaikat Jibril ini merupakan, menyerahkan wahyu untuk Nabi Muhammad berupa Al- Qur’an, yang akan dikatakan pada semua umat manusia.

    Malaikat Mikail, Tugasnya ialah Membagikan Rezeki

Setiap insan telah ditentukan seberapa tidak sedikit rezeki yang diserahkan Allah. Dan pembagian rezeki pada insan tersebut ialah tugas dari Malaikat Mikail. Jadi, bila Anda mempercayai adanya malaikat, pasti apa yang telah dicoba gagal, tak bakal merasa kecewa. Sebab masing-masing rezeki telah ditata oleh Allah melewati Malaikat Mikail.

Di samping itu, Malaikat Mikail pun mempunyai tugas guna menurunkan hujan. Dimana, hujan sendiri adalahrezeki yang diserahkan oleh Allah.

    Malaikat Israfil, Tugasnya ialah Meniup Sangkakala

Apa yang dinamakan dengan Sangkakala? Ya, sebagai seorang muslim, pasti Anda memahami bahwa saat hari kiamat Malaikat Israfil akan mengembus Sangkakala sejumlah dua kali.

Dimana tiupan kesatu sebagai pertanda bakal terjadinya hari kiamat yang ditandai kematian semua umat manusia, kecuali insan yang tak beriman. Sedangkan tiupan yang kedua ialah pertanda kematian semua umat insan tanpa terkecuali.

    Malaikat Izrail, Tugasnya ialah Mencabut Nyawa

Membahas tentang menarik keluar nyawa, ini adalahperistiwa yang paling menyakitkan. Dimana insan akan kehilangan nyawanya dengan rasa yang amat paling sakit, dan pertanda akan menginjak alam kematian. Nah, yang bertugas menarik keluar nyawa ialah Malaikat Izrail.

    Malaikat Mungkar, Tugasnya ialah Memeriksa dan Menanyakan Mayit di Dalam Kubur

Setelah menginjak tahap kematian, yaitu di dalam kubur, insan akan ditanya dan dicek oleh Malaikat Mungkar. Bagi pertanyaannya tentu sudah Anda ketahui bukan? Yakni mengenai siapa tuhannya, apa agamanya, dan apa kitabnya.

    Malaikat Nangkir, Tugasnya ialah Sama Seperti Malaikat Mungkar

Hampir sama dengan malaikat mungkar, Malaikat Nangkir ini bertugas menyiksanya di alam kubur ialah malaikat mungkar, andai manusia tersebut mengerjakan  tindakan buruk di dunia.

    Malaikat Raqib, Tugasnya ialah Mencatat Amal Kebaikan

Tahukah Anda, bahwa setiap tindakan yang dilaksanakan tak luput dari pemantauan Allah. Dan malaikat yang bertugas untuk menulis amal atau tindakan baik yang kita lakukan ialah Malaikat Raqib.

    Malaikat Atid, Tugasnya ialah Mencatat Amal Keburukan

Sedangkan amal atau tindakan buruk Anda, akan disalin oleh Malaikat Atid. Sehingga waspadalah dalam berbuat, karena ada yang mengawasinya kapan saja dimana saja.

    Malaikat Malik, Tugasnya ialah Menjaga Pintu Neraka

Dengan wajah yang paling seram dan kejam, Malaikat Malik akan mengawal pintu neraka yang adalahtempat orang-orang sarat dengan dosa. Semoga kita tak bakal pernah bertemu dengannya.

    Malaikat Ridwan, Tugasnya ialah Menjaga Pintu Surga

Kelak kita akan menonton wajah Malaikat Ridwan dengan senyum yang paling merekah dan estetis di depan pintu surga. Berbuat baiklah, maka Anda tentu akan bertemu dengannya di surga kelak.

Sebagai insan yang beriman, pasti harus mempercayai adanya malaikat, sampai-sampai menjadi cerminan, bahwa malaikat tak pernah mengerjakan dosa tidak banyak pun.

Iman Kepada Kitab-Kitab Allah

Rukun Iman yang ke- 4, ialah Iman untuk kitab Allah. Apakah kita tahu, berapa jumlah buku Allah yang mesti diketahui? Sebelumnya, Allah menurunkan secara langsung kitab-kitab-Nya untuk Nabi. Nah, yang mendapatkan buku ini, tidak saja Nabi Muhammad dengan buku suci Al- Quran, namun pun ada sejumlah nabi lainnya yang mendapatkannya.

Adapun jumlah buku yang Allah turunkan guna diketahui insan ada 4. Yakni:

    Kitab Taurat, diturunkan untuk Nabi Musa a.s.
    Kitab Zabur, diturunkan untuk Nabi Daud a.s.
    Kitab Injil, diturunkan untuk Nabi Isa a.s.
    Al-Qur’an, diturunkan untuk Nabi Muhammad saw.

Meski kini ini yang dipakai umat insan sebagai pedoman ialah kitab suci Al- Qur’an, tetapi Kita sebagai insan yang beriman mesti mempercayai adanya kitab-kitab tersebut. Dan butuh Anda ingat! Yang melulu Anda jadikan pedoman hanyalah Al- Qur’an saja, karena kitab-kitab lainnya kini ini telah tidak sedikit dipalsukan, bahkan yang aslinya tak diketahui keberadaannya.

Mengapa demikian? Sebab, sampai ketika ini melulu Al- Quran saja satu-satunya buku yang masih pribumi sejak mula diwahyukan pada Nabi Muhammad SAW. Sedangkan buku lainnya telah tidak sedikit dilakukan perubahan, bahkan penulisannya telah dimodernisasi oleh sekian banyak  tokoh, sampai-sampai tidak lagi dipakai sebagai rujukan dalam Agama Islam.

Iman Kepada Rasul-Rasul Allah

Nabi adalahutusan Allah yang diutus untuk membetulkan perilaku kaumnya yang buruk. Tentu, sebagai duta Allah yang mulia, pasti sebagai umat manusia, Anda mesti mempercayai adanya nabi, serta meyakini doktrin yang diberikan. Nah, nabi yang tidak jarang dikenal dan menjadi panutan Islam di semua dunia ini ialah Nabi Muhammad SAW, yang adalahpenutup.

Dalam Al- Qur’an, Allah tak melulu menuliskan nama satu nabi saja, tetapi ada tidak sedikit nabi lainnya, laksana Nabi Musa, Nabi Isya, Nabi Yunus, dan masih tidak sedikit lainnya. Atau Anda tidak jarang mengenal istilah 25 nabi yang mesti diketahui.

Nah, sejatinya, jumlah Nabi yang sebetulnya tak melulu berjumlah 25 saja, tetapi terdapat sampai ratusan jumlahnya, contohnya Nabi Khidir. Meski demikian, Nabi yang terakhir ialah Nabi Muhammad SAW, sampai-sampai bila terdapat yang menyatakan nabi, maka itu ialah nabi palsu.

Adapun nama 25 nabi yang mesti Anda ketahui yakni:

    Nabi Adam
    Nabi Idris
    Nabi Nuh
    Nabi Hud
    Nabi Soleh
    Nabi Ibrahim
    Nabi Luth
    Nabi Ismail
    Nabi Ishaq
    Nabi Yakub
    Nabi Yusuf
    Nabi Ayub
    Nabi Suaib
    Nabi Harus
    Nabi Musa
    Nabi Waliyasa
    Nabi Dzulkifli
    Nabi Daud
    Nabi Sulaiman
    Nabi Ilyas
    Nabi Yunus
    Nabi Zakaria
    Nabi Yahya
    Nabi Isa
    Nabi Muhammad.

Dengan mengimani 25 nabi yang mesti diketahui ini, pasti tak melulu sekedar mengetahuinya saja, namun pun harus mengamalkannya. Bagaimana caranya? Pernahkah kita mendengar kisah tentang 25 Nabi? Nah, dari kisah-kisah tersebut, dapat dijadikan sebagai cerminan, bahwa Nabi mempunyai sikap yang tunduk dan patuh pada Allah, serta mempunyai hati yang penyabar, rendah hati dan sarat perjuangan.

Iman Kepada Hari Kiamat

Rukun iman yang ke-5, ialah Iman untuk hari kiamat. Ya, Kita pasti tak memahami kapan terjadinya hari kiamat itu, tetapi sebagai umat yang beriman, pasti harus meyakini bahwa kiamat tersebut ada dan tentu akan terjadi. Bahkan, Nabi Muhammad sendiri, tidak memahami kapan terjadinya kiamat itu.

Tahukah Anda, bahwa kiamat tersebut tak melulu terjadi di dunia saja yang ditandai dengan kematian semua umat Islam, sekaligus kerusakan dunia. Namun, di akhirat terjadi kiamat, dengan ditandai bangkitnya semua insan di alam kubur, guna diadili bakal perbuatannya di dunia.

Adapun sejumlah tanda yang dilafalkan oleh semua ulama, atau bahkan Nabi juga menjelaskannya yakni:

    Terbitnya matahari dari arah barat
    Munculnya dajjal
    Turunya Nabi isa ke bumi
    Munculnya Yajuj Majuj
    Munculnya Imam Mahdi
    Negeri arab menjadi subur
    Dan masih tidak sedikit tanda-tanda lainnya.

Dengan demikian, pasti Kita seluruh harus mempercayai bahwa kiamat tersebut pasti bakal tiba pada waktunya. semoga Kita semua besok akan selamat dari huru-hara kiamat yang paling mengerikan.

Iman Kepada Qada’ dan Qadar Allah

Rukun iman yang ke- 6 atau terakhir ialah Iman untuk qada’ dan qadar Allah. Yang dimaksud di sini merupakan mempercayai mengenai qada’ dan qadar atau ketetapan serta takdir yang diserahkan oleh Allah. Dimana, Allah sudah menggariskan kehidupan insan sebelum dunia ini terbentuk, yaitu di lauh Mahfuz.

Allah dapat menciptakan dunia ini dan pun Allah sudah menilai seluruh takdirnya dan seluruh yang terjadi di dalamnya. Baik untuk kita sebagai insan maupun untuk makhluk lainnya. Bukan melulu makhluk hidup, bahkan benda mati pun telah Allah takdirkan semuanya.

Adapun keterangan tentang Qada dan Qadar yakni:

    Qada’ (takdir baik) merupakan ketentuan atau ketetapan Allah tentang kebajikan yang akan diserahkan oleh Manusia. Disamping urusan itu, dengan ketetapan akan kebajikan ini, pasti sebagai umat yang beriman, Kita mesti meyakini kebajikan yang datang adalahketetapan atau pemberian dari Allah. Sehingga bersyukurlah Anda untuk Allah, bila mendapatkan kesenangan atau kebahagiaan.
    Qadar (Takdir Buruk) merupakan kententuan tentang kejelekan yang bakal menimpa manusia. Dalam urusan ini, Allah memberikan kejelekan bukan semata sebab membenci hambanya, tetapi sebagai ujian supaya hambanya lebih taat dalam beribadah lagi.

Nah, membicarakan tentang ketetapan atau takdir, sebetulnya ada 2 macam takdir, yaitu tadi kubra dan takdir sughra.

    Takdir kubra, yaitu takdir yang tak dapat diolah lagi oleh manusia, yang mencakup kematian, kelahiran dan jodoh
    Sedangkan takdir sughra, ialah takdir yang dapat diubah, contohnya tentang rezeki.

Dengan meyakini adanya takdir atau ketetapan Allah ini, pasti sebagai umat yang beriman, mesti mempunyai sikap yang tak putus harapan atau selalu berjuang untuk mengerjakan yang terbaik di dunia. Lebih dari itu, telah sepantasnya andai mendapatkan sebuah kebahagiaan atau kebajikan disambut dengan rasa syukur dengan berterimakasih untuk Allah.

Pentingnya Menjaga Keimanan
 

Setelah mempelajari serta mengetahui tentang pembagian 6 rukun iman, pasti akan lebih meyakini bahwa di dunia ini ada urusan yang mesti anda yakini keberadaannya, serta mesti dilaksanakan secara baik. Di samping itu, dengan memahami 6 perkara ini, pasti harus lebih mengawal keyakinan, supaya bisa selamat hingga di akhirat.

Apa sih pentingnya mengawal keimanan?

    Sulitnya Berjuang Bagi Menghadapi Tantangan

Harus kita ketahui, bahwa menjadi mukmin yang beriman memang tak mudah, perlu perjuangan yang besar. Apalagi dengan menyaksikan tantangan yang ada kini ini, pasti untuk menjaga supaya keimanan tetap di hati sangatlah sulit.

    Banyaknya Godaan mengenai Keimanan

Berkaitan dengan poin kesatu, bahwa di era yang sudah serba maju ini, segala bidang sudah berkembang dengan pesat. Dimana di dalamnya ada godaan iman yang paling kuat, sehingga andai Anda tak mempunyai pondasi yang powerful tentu dapat menghilangkan keimanan. Sebagai misal saja, ketika ini tidak sedikit perilaku masyarakat yang meniru dunia barat, sebenarnya di dalamnya berisi urusan kemusyrikan yang meminimalisir Islam.

Dengan demikian, pasti sebagai umat yang beriman, Anda mesti benar-benar dapat menjaga keimanan dengan paling serius. Hal ini supaya Allah tidak jarang kali memberkahi setiap pekerjaan yang Anda kerjakan di dunia, serta mempermudah Kita ke akhirat nantinya.

Lalu apa yang mesti dilaksanakan untuk mengawal keimanan? Yakni di samping mempercayainya, pun harus diimbangi dengan tindakan baik laksana sholat mesti 5 masa-masa yang diimbangi dengan sholat sunah, rajin menyimak Al Quran terlebih lagi menjadi penghafal Al Qur’an, menggandakan sholawat dan amal saleh, serta masih tidak sedikit kebaikan lainnya yang mesti dilakukan.

Jadi, andai di dunia yang kita kerjakan ialah kebaikan, maka Insya Allah keimanan bakal kekal di dalam diri Anda sampai Husnul Khatimah dan masuk surga. Aamiin…

Artikel lainnya »