Umroh Akhir Ramadhan 17 hari Hanya Rp 35,3 juta

diposkan pada : 14-03-2020 13:28:02 Makna Syafaat

Makna Dari Kata Syafaat

 

                        Secara harfiah, syafaat berarti bantuan yang diserahkan oleh seseorang untuk orang beda yang menginginkan pertolongannya. Syafaat pun berarti usaha dalam menyerahkan suatu manfaat untuk orang beda atau mengelakkan sebuah mudharat untuk orang lain.

Hal ini cocok dengan firman Allah SWT yang artinya,"Barangsiapa yang menyerahkan syafaat yang baik, niscaya ia akan mendapat  bagian (pahala) daripadanya. Dan barangsiapa yang memberi syafaat yang buruk, niscaya ia bakal memikul unsur (dosa) daripadanya. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu." (QS An Nisaa [4]:85)

Di dalam suatu hadits yang diriwayatkan Abu Musa al-Asy'aru disebutkan jika Nabi Muhammad SAW kedatangan seseorang yang berhajat (berkepentingan), beliau berbicara kepada semua sahabat,"Berilah syafaat (pertolongan) supaya anda mendapat pahala dan Allah bakal memutuskan melewati lidah nabi-Nya apa yang Dia kehendaki."

Istilah syafaat familiar di kalangan berpengalaman kalam. Dalam kalam, syafaat berarti bantuan yang diserahkan Nabi SAW untuk umatnya di hari kiamat guna mendapatkan keringanan atau kemerdekaan dari hukuman Allah SWT. Syafaat itu melulu akan berhasil bilamana Allah SWT memberikannya bakal mengizinkannya.

Allah SWT berfirman yang artinya,"...siapakah yang bisa memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya." (QS Al-Baqarah [2]:255) "Pada hari tersebut (hari kiamat) tidak bermanfaat syafaat, kecuali (syafaat) orang yang Allah Yang Maha Pemurah telah menyerahkan memberi izin kepadanya, dan Dia sudah meridhai perkataannya." (QS Thaha [20]:109) dan, "Katakanlah, melulu kepunyaan Allah syafaat tersebut semuanya.."(QS Az-Zumar [39]:44)

Izin yang diserahkan Allah untuk Rasulullah untuk menyerahkan syafaat untuk siapa yang dikehendaki-Nya tersebut telah dipercayai oleh umat Islam. Imam Nawawi berasumsi hal ini sudah menjadi kepercayaan mazhab ahlusunah wal jamaah sebab dapat diterima oleh akal dan berdasar nash yang jelas.

Lebih jauh, Imam Nawawi menuliskan ada lima macam syafaat. Pertama, syafaat yang khusus untuk Nabi Muhammad SAW, yaitu adanya kelapangan di hari kiamat dan segera diadakannya perhitungan (hisab) untuk umatnya.

Kedua, syafaat berupa masuknya sebuah kaum ke dalam surga tanpa perhitungan. Kemudian, syafaat yang diserahkan pada mereka yang seharusnya masuk neraka, tetapi sebab syafaat Nabi SAW dengan izin Allah, mereka selamat.

Keempat, syafaat untuk mereka yang berdosa dan sudah masuk dalam neraka, namun sebab syafaat dari Nabi SAW mereka dikeluarkan dari sana. Terakhir, syafaat berupa penambahan derajat untuk penghuni surga.                        

 

Artikel lainnya »