Setiap tahunnya biaya naik haji baik haji reguler maupun haji khusus / plus pasti berbeda-beda, Call/Wa. 0851-00-444-682 hal ini dikarenakan adanya perubahan komponen harga untuk kebutuhan pokok naik haji seperti biaya transportasi dan akomodasi termasuk living cost yang dibutuhkan jamaah selama berada di tanah suci sangat fluktuatif. Selain menyediakan paket-paket haji onh plus, umrah dan tour muslim sebagai bentuk layanan yang tersedia, Travel Aida Tourindo Wisata juga berusaha menghadirkan mutowif (pembimbing) ibadah umroh haji yang ahli dan mendalami bidang Fiqih Islam, terutama untuk masalah ibadah umrah dan haji.

Kami berusaha memberikan bimbingan mulai sebelum berangkat, saat pelaksanaan dan setelah ibadah haji dan umroh, ini sebagai bentuk tanggung jawab moral kami kepada jamaah, bahwa ibadah yang dijalani telah sah sesuai petunjuk Allah dan Sunnah Nabi Muhammad SAW. Travel kami juga menggunakan penerbangan yang langsung landing Madinah sehingga jamaah bisa nyaman selama perjalanan umroh bersama kami. umroh plus turki Cimanggis

saco-indonesia.com, Bus Sugeng Rahayu telah menabrak tiga orang hingga tewas di Jalan Raya Perak, Jombang, Jawa Timur, Kamis malam (26/12). Akibatnya, bus jurusan Surabaya-Yogyakarta itu ludes dibakar oleh massa yang mengamuk.

Peristiwa itu bermula saat bus dengan nomor polisi W 700 ZO itu saling kejar-kejaran dengan bus Mira dari arah Surabaya. Saat berada di Jalan Raya Perak, dari arah berlawanan, tiba-tiba muncul pengendara motor yang telah diketahui warga Barong Sawahan, Kecamatan Bandar Kedung Mulyo, Jombang.

Nahas, sekitar pukul 20.30 WIB malam , tiga orang yang berboncengan motor tersebut langsung dihantam bus Sugeng Rahayu hingga tewas di lokasi kejadian. Tiga orang yang telah tertabrak bus hingga tewas itu adalah, Wahyudi (16), Khusnul Kotimah (38) dan Santoso (5).

Kasubag Humas Polres Jombang, AKP Sugeng Widodo saat dikonfirmasi, telah membenarkan peristiwa tersebut. "Korban juga merupakan satu keluarga, dan mereka meninggal di lokasi kejadian," katanya.

Warga yang marah atas insiden itu langsung menghentikan bus yang sedang dikemudikan oleh Suyono yang berusia (33) tahun, asal Karanganyar, Solo, Jawa Tengah, tersebut, lalu melampiaskan amarahnya dengan membakarnya.

Selanjutnya, oleh dinas pemadam kebakaran setempat, api yang melumat bus tersebut telah berhasil dipadamkan. Sedangkan, sopir bus telah diamankan ke kantor polisi.

"Saat ini dia juga masih harus menjalani pemeriksaan secara intensif," katanya.

Sementara menurut Arifin salah satu warga Jombang yang dihubungi melalui telepon selulernya juga mengatakan, sebelum membakar bus Sugeng Rahayu, massa yang marah itu juga sempat memaksa penumpang bus keluar. Bahkan, sempat menghajar si sopir dan kernet bus.

"Massa memang sempat memaksa penumpang keluar. Sehingga saat bus dibakar, tidak ada korban jiwa. Setelah penumpang keluar, bus diseret sejauh 500 meter dari lokasi kejadian dan dibakar," kata Arifin.

Sekitar satu jam bus itu terbakar. Selanjutnya satu unit mobil Damkar datang ke lokasi dan melakukan pemadaman, hingga akhirnya bangkai bus langsung dievakuasi menuju Satlantas Polres Jombang.


Editor : Dian Sukmawati

BIS SUGENG RAHAYU DIBAKAR OLEH MASSA

BEIJING (AP) — The head of Taiwan's Nationalists reaffirmed the party's support for eventual unification with the mainland when he met Monday with Chinese President Xi Jinping as part of continuing rapprochement between the former bitter enemies.

Nationalist Party Chairman Eric Chu, a likely presidential candidate next year, also affirmed Taiwan's desire to join the proposed Chinese-led Asian Infrastructure Investment Bank during the meeting in Beijing. China claims Taiwan as its own territory and doesn't want the island to join using a name that might imply it is an independent country.

Chu's comments during his meeting with Xi were carried live on Hong Kong-based broadcaster Phoenix Television.

The Nationalists were driven to Taiwan by Mao Zedong's Communists during the Chinese civil war in 1949, leading to decades of hostility between the sides. Chu, who took over as party leader in January, is the third Nationalist chairman to visit the mainland and the first since 2009.

Relations between the communist-ruled mainland and the self-governing democratic island of Taiwan began to warm in the 1990s, partly out of their common opposition to Taiwan's formal independence from China, a position advocated by the island's Democratic Progressive Party.

Despite increasingly close economic ties, the prospect of political unification has grown increasingly unpopular on Taiwan, especially with younger voters. Opposition to the Nationalists' pro-China policies was seen as a driver behind heavy local electoral defeats for the party last year that led to Taiwanese President Ma Ying-jeou resigning as party chairman.

Taiwan party leader affirms eventual reunion with China

Artikel lainnya »