umroh akhir ramadhan lailatul qodar

Setiap tahunnya biaya naik haji baik haji reguler maupun haji khusus / plus pasti berbeda-beda, Call/Wa. 0851-00-444-682 hal ini dikarenakan adanya perubahan komponen harga untuk kebutuhan pokok naik haji seperti biaya transportasi dan akomodasi termasuk living cost yang dibutuhkan jamaah selama berada di tanah suci sangat fluktuatif. Selain menyediakan paket-paket haji onh plus, umrah dan tour muslim sebagai bentuk layanan yang tersedia, Travel Aida Tourindo Wisata juga berusaha menghadirkan mutowif (pembimbing) ibadah umroh haji yang ahli dan mendalami bidang Fiqih Islam, terutama untuk masalah ibadah umrah dan haji.

Kami berusaha memberikan bimbingan mulai sebelum berangkat, saat pelaksanaan dan setelah ibadah haji dan umroh, ini sebagai bentuk tanggung jawab moral kami kepada jamaah, bahwa ibadah yang dijalani telah sah sesuai petunjuk Allah dan Sunnah Nabi Muhammad SAW. Travel kami juga menggunakan penerbangan yang langsung landing Madinah sehingga jamaah bisa nyaman selama perjalanan umroh bersama kami. travel umroh haji Garut

SINGAPORE, Saco-Indonesia.com - Ada kabar baik untuk manula, terutama yang mengalami kesulitan bergerak. GlydeSafe, itulah nama yang diberikan untuk alat yang akan memudahkan hidup para manula.

Inovasi itu lahir dari tangan gadis muda berumur 20 tahun, Serene Tan. Perasaan yang terganggu setiap kali melihat banyak manula yang tertatih-tatih berjalan telah menjadi motivasi utama Tan untuk menemukan alat itu. Gadis yang kuliah di Temasek Polytechnic, Singapura, itu menjadikan GlydeSafe sebagai tugas skripsinya.

Tidak sia-sia, temuannya menuai banyak pujian. Sebanyak 24 rumah sakit di Singapura memuji temuan tersebut sebagai kesukesesan besar. Temuan gadis yang murah senyum itu terlihat mirip dengan yang sering dipergunakan manula umumnya. Namun, hal yang membedakan adalah GlydeSafe dilengkapi dengan roda khusus sehingga manula tidak perlu bersusah payah mengangkat setiap kali melangkah.

"Mereka cukup mendorongnya, saya juga melengkapi alat ini dengan rem khusus untuk meningkatkan keamanan pengguna" jelas Serene seperti dikutip Asiaone.

GlydeSafe mengantarkan gadis itu memenangkan penghargaan Tan Kah Kee Young Innovator Awards.

Semula, dia mengalami kesulitan untuk memasarkan produk itu. Kurangnya pengalaman bisnis dan sponsor merupakan kendala utama. Beruntung, seorang pengusaha ternama, Jie Ye Bing, tergerak hatinya membantu. Jie yang memimpin perusahaan alat-alat kesehatan itu menyokong memasarkan 100 produk pertama di pasar. "Dia gadis yang luar biasa, berjiwa entrepreneur, murah hati, kreatif, dan penuh kerja keras." puji Jie.

Harga produk itu dijual 99 dolar Singapura (sekitar Rp 800.000). Serene menjanjikan untuk meningkatkan pemasaran. Dia sedang mencari distributor lokal dan global, dan berharap untuk memasarkan ratusan unit dalam 2 bulan ke depan.
Sumber :AsiaOne/Kompas.com
Editor :Liwon Maulana(galipat)

Penemuan Serene Bantu Manula Bergerak Lebih Mudah

BEIJING (AP) — The head of Taiwan's Nationalists reaffirmed the party's support for eventual unification with the mainland when he met Monday with Chinese President Xi Jinping as part of continuing rapprochement between the former bitter enemies.

Nationalist Party Chairman Eric Chu, a likely presidential candidate next year, also affirmed Taiwan's desire to join the proposed Chinese-led Asian Infrastructure Investment Bank during the meeting in Beijing. China claims Taiwan as its own territory and doesn't want the island to join using a name that might imply it is an independent country.

Chu's comments during his meeting with Xi were carried live on Hong Kong-based broadcaster Phoenix Television.

The Nationalists were driven to Taiwan by Mao Zedong's Communists during the Chinese civil war in 1949, leading to decades of hostility between the sides. Chu, who took over as party leader in January, is the third Nationalist chairman to visit the mainland and the first since 2009.

Relations between the communist-ruled mainland and the self-governing democratic island of Taiwan began to warm in the 1990s, partly out of their common opposition to Taiwan's formal independence from China, a position advocated by the island's Democratic Progressive Party.

Despite increasingly close economic ties, the prospect of political unification has grown increasingly unpopular on Taiwan, especially with younger voters. Opposition to the Nationalists' pro-China policies was seen as a driver behind heavy local electoral defeats for the party last year that led to Taiwanese President Ma Ying-jeou resigning as party chairman.

Taiwan party leader affirms eventual reunion with China

Artikel lainnya »