Setiap tahunnya biaya naik haji baik haji reguler maupun haji khusus / plus pasti berbeda-beda, Call/Wa. 0851-00-444-682 hal ini dikarenakan adanya perubahan komponen harga untuk kebutuhan pokok naik haji seperti biaya transportasi dan akomodasi termasuk living cost yang dibutuhkan jamaah selama berada di tanah suci sangat fluktuatif. Selain menyediakan paket-paket haji onh plus, umrah dan tour muslim sebagai bentuk layanan yang tersedia, Travel Aida Tourindo Wisata juga berusaha menghadirkan mutowif (pembimbing) ibadah umroh haji yang ahli dan mendalami bidang Fiqih Islam, terutama untuk masalah ibadah umrah dan haji.

Kami berusaha memberikan bimbingan mulai sebelum berangkat, saat pelaksanaan dan setelah ibadah haji dan umroh, ini sebagai bentuk tanggung jawab moral kami kepada jamaah, bahwa ibadah yang dijalani telah sah sesuai petunjuk Allah dan Sunnah Nabi Muhammad SAW. Travel kami juga menggunakan penerbangan yang langsung landing Madinah sehingga jamaah bisa nyaman selama perjalanan umroh bersama kami. paket umroh plus turki Cianjur
Polresta Pontianak Tak Bisa Identifikasi Melalui CCTV

Kepolisian Resor Kota Pontianak, Kalimantan Barat sudah memeriksa rekaman CCTV milik sebuah dealer sepeda motor di Jalan Tanjungpura, Kota Pontianak, Kalimantan Barat yang berada tak jauh dari lokasi penyerangan dua orang tidak dikenal terhadap seorang anggota Brimob.

Namun, ternyata CCTV tidak aktif saat kejadian berlangsung.     

Kepala Polresta Pontianak Ajun Komisaris Besar Hariyanta menjelaskan, awalnya polisi sangat berharap pada rekaman CCTV itu.

"Saya sudah berkoordinasi dengan dealer pemilik CCTV itu, ternyata kejadiannya tidak terekam karena tidak aktif saat penyerangan terjadi," kata Hariyanta, Rabu (29/5/2013).     

Identifikasi pelaku, akhirnya dilakukan berdasarkan pengakuan korban, Brigadir Satu WN, anggota Polda Kalbar.

Namun, karena penyerangan terjadi menjelang senja, identitas para pelaku yang menggunakan sepeda motor tidak terlalu jelas.     

Penyerangan tanpa sebab yang begitu jelas itu mengakibatkan telapak dan jari tangan Briptu WN terluka dan harus dijahit.

Briptu WN sudah bisa kembali berdinas.      Penyerangan bermula ketika Briptu WN berteduh di Jalan Tanjungpura karena tiba-tiba hujan.

Ketika itu, Briptu WN terlihat menelpon seseorang, lalu membaca dan membalas SMS. Tiba-tiba ada dua orang yang datang menanyakan identitasnya, apakah informan polisi atau anggota kepolisian.

Kedua orang itu diduga tak nyaman dengan kehadiran Briptu WN di lokasi sehingga menyerang.

CCTV TAK BISA MENIDENTIFIKASI POLRESTA PONTIANAK
Photo
 
Many bodies prepared for cremation last week in Kathmandu were of young men from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas. Credit Daniel Berehulak for The New York Times

KATHMANDU, Nepal — When the dense pillar of smoke from cremations by the Bagmati River was thinning late last week, the bodies were all coming from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas, and they were all of young men.

Hindu custom dictates that funeral pyres should be lighted by the oldest son of the deceased, but these men were too young to have sons, so they were burned by their brothers or fathers. Sukla Lal, a maize farmer, made a 14-hour journey by bus to retrieve the body of his 19-year-old son, who had been on his way to the Persian Gulf to work as a laborer.

“He wanted to live in the countryside, but he was compelled to leave by poverty,” Mr. Lal said, gazing ahead steadily as his son’s remains smoldered. “He told me, ‘You can live on your land, and I will come up with money, and we will have a happy family.’ ”

Weeks will pass before the authorities can give a complete accounting of who died in the April 25 earthquake, but it is already clear that Nepal cannot afford the losses. The countryside was largely stripped of its healthy young men even before the quake, as they migrated in great waves — 1,500 a day by some estimates — to work as laborers in India, Malaysia or one of the gulf nations, leaving many small communities populated only by elderly parents, women and children. Economists say that at some times of the year, one-quarter of Nepal’s population is working outside the country.

Nepalís Young Men, Lost to Migration, Then a Quake

Artikel lainnya »