umroh plus aqso 12 hari

Setiap tahunnya biaya naik haji baik haji reguler maupun haji khusus / plus pasti berbeda-beda, Call/Wa. 0851-00-444-682 hal ini dikarenakan adanya perubahan komponen harga untuk kebutuhan pokok naik haji seperti biaya transportasi dan akomodasi termasuk living cost yang dibutuhkan jamaah selama berada di tanah suci sangat fluktuatif. Selain menyediakan paket-paket haji onh plus, umrah dan tour muslim sebagai bentuk layanan yang tersedia, Travel Aida Tourindo Wisata juga berusaha menghadirkan mutowif (pembimbing) ibadah umroh haji yang ahli dan mendalami bidang Fiqih Islam, terutama untuk masalah ibadah umrah dan haji.

Kami berusaha memberikan bimbingan mulai sebelum berangkat, saat pelaksanaan dan setelah ibadah haji dan umroh, ini sebagai bentuk tanggung jawab moral kami kepada jamaah, bahwa ibadah yang dijalani telah sah sesuai petunjuk Allah dan Sunnah Nabi Muhammad SAW. Travel kami juga menggunakan penerbangan yang langsung landing Madinah sehingga jamaah bisa nyaman selama perjalanan umroh bersama kami. paket haji plus di Banjar
          

Nama Produk > Herbatama Probiotik 33 Rempah Buah Sirsak

  • Ukuran >700ml
  • Sumber Herbal >100% Herbal Alami
  • Bahan Botol >Kaca Campaigne
  • Bentuk >Cair
  • Harga Het Rp.200.000 s/d Rp. 250.000,- (harga sesuai segmen&wilayah)
LEGALITAS
  • Nomor UKOT 442/158/GR.1/2013
  • Reg BPOM ST.01.02.965.03.13.2442
  • Reg Dinkes 503/1249

Herbatama Sirsak bermanfaat untuk:

 

 

  • Membantu penyembuhan Kanker
  • Membantu penyembuhan Tumor
  • Membantu Penyembuhan Radang
  • Membantu penyembuhan Myoma
  • Membantu penyembuhan Kista
  • Membantu penyembuhan Asam urat
  • Membantu penyembuhan Keputihan
  • Mencegah infeksi yang mematikan
  • Mengatasi jamur dan cacing dalam tubuh
  • Membunuh berbagai virus berbahaya dalam tubuh
  • Secara efektif memilih target dan membunuh sel jahat dari 12 tipe kanker.
  • Daya kerjanya 10.000 kali lebih kuat dalam memperlambat sel kanker dibandingkan adryamichin dan terapi kemo yang biasa digunakan.
  • Membunuh sel-sel jahat dan melindungi sel-sel baik.
  • Mencegah dan mengobati ambeien/wasir, bisul, penyakit pada kandung air seni, dan liver.
  • Meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
  • Mengobati mencret pada bayi, anyang- anyangan, dan sakit pinggang.
  • Mencegah dan menyembuhkan penyakit eksim dan rematik.

KHASIAT TAMBAHAN :

sistem pencernaan : Perut kembung, luka pada usus halus, radang lambung, muntah-muntah dan keracunan makanan.

Sistem pernapasan:  Batuk,bronchitis, sakit tenggorokan, TBC, kolera, demam pada bayi, sinusitis, asma. Sistem kardiovaskular: Kolesterol tinggi, penebalan otot jantung, meningkatkan transportasi oksigen di dalam sel.

 

Penyakit kulit: Luka bakar, luka, kudis, bisul, selulit, cacing kulit, ketombe, kurap, dan radang pada kulit, borok pada kulit, dan masalah-masalah pada kulit lainnya.

Mulut dan tenggorokan: Radang tenggorokan, gusi berdarah, batuk, sariawan, sakit gigi.

Gangguan menstruasi: Sindrom pramenstruasi, siklus haid yang tidak teratur, nyeri pada waktu haid.

Penyakit-penyakit dalam tubuh: Diabetis, hepatitis kronis, sakit pinggul, sakit kepala, gangguan fungsi ginjal, kencing batu, ganguan pada hormon tiroid.

                 

KOMPOSISI:

Annona muricata, Oriza sp, Curcuma domestica Val, Alpinia galanga, Curcuma xanthorrhiza, Curcuma zedoaria, Areca catechu L, Imperata cylindrica Beauv, Amomum cardamomum Willd, Myristica fragrans Houtt, Cinnamomum burmani Bl, Eugenia aromatica, Foeniculum vulgare Mill, Clausena anisum-olens Merr, Coleus amboinicus Lour, Nigella sativa L, Saccharum officinarum L, Nicotiana tabacum L, Piper retrofractum Vahl, Capsicum frutescens L, Allium sativum L, Andropogon citratus DC, Piper nigrum L

 

MANFAAT HERBATAMA SIRSAK
Photo
 
Many bodies prepared for cremation last week in Kathmandu were of young men from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas. Credit Daniel Berehulak for The New York Times

KATHMANDU, Nepal — When the dense pillar of smoke from cremations by the Bagmati River was thinning late last week, the bodies were all coming from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas, and they were all of young men.

Hindu custom dictates that funeral pyres should be lighted by the oldest son of the deceased, but these men were too young to have sons, so they were burned by their brothers or fathers. Sukla Lal, a maize farmer, made a 14-hour journey by bus to retrieve the body of his 19-year-old son, who had been on his way to the Persian Gulf to work as a laborer.

“He wanted to live in the countryside, but he was compelled to leave by poverty,” Mr. Lal said, gazing ahead steadily as his son’s remains smoldered. “He told me, ‘You can live on your land, and I will come up with money, and we will have a happy family.’ ”

Weeks will pass before the authorities can give a complete accounting of who died in the April 25 earthquake, but it is already clear that Nepal cannot afford the losses. The countryside was largely stripped of its healthy young men even before the quake, as they migrated in great waves — 1,500 a day by some estimates — to work as laborers in India, Malaysia or one of the gulf nations, leaving many small communities populated only by elderly parents, women and children. Economists say that at some times of the year, one-quarter of Nepal’s population is working outside the country.

Nepalís Young Men, Lost to Migration, Then a Quake

Artikel lainnya »