Setiap tahunnya biaya naik haji baik haji reguler maupun haji khusus / plus pasti berbeda-beda, Call/Wa. 0851-00-444-682 hal ini dikarenakan adanya perubahan komponen harga untuk kebutuhan pokok naik haji seperti biaya transportasi dan akomodasi termasuk living cost yang dibutuhkan jamaah selama berada di tanah suci sangat fluktuatif. Selain menyediakan paket-paket haji onh plus, umrah dan tour muslim sebagai bentuk layanan yang tersedia, Travel Aida Tourindo Wisata juga berusaha menghadirkan mutowif (pembimbing) ibadah umroh haji yang ahli dan mendalami bidang Fiqih Islam, terutama untuk masalah ibadah umrah dan haji.

Kami berusaha memberikan bimbingan mulai sebelum berangkat, saat pelaksanaan dan setelah ibadah haji dan umroh, ini sebagai bentuk tanggung jawab moral kami kepada jamaah, bahwa ibadah yang dijalani telah sah sesuai petunjuk Allah dan Sunnah Nabi Muhammad SAW. Travel kami juga menggunakan penerbangan yang langsung landing Madinah sehingga jamaah bisa nyaman selama perjalanan umroh bersama kami. jadwal umroh november di Citangkil

saco-indonesia.com, Dirusaknya Satlantas di Jalan Trunojoyo dan Bundaran Senayan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel) oleh sekelompok orang yang tak dikenal, telah membuktikan bahwa wibawa polisi merosot di titik terendah.

"Memang (wibawa polisi tengah merosot) yang telah menjaga pos kepolisian itu kan polisi dan itu simbol kenegaraan. Memang tren pos polisi di serang marak, lantaran penindakannya yang tidak tuntas," kata pengamat kepolisian Bambang Widodo Umar, Senin (10/2/2014).

Dia juga memprediksi, jika Polri tak mengungkap kasus ini hingga ke akarnya, maka bukan mustahil peristiwa serupa akan dapat terulang. "Saya harap ini kejadian yang terakhir. Jadi polri juga harus mencari sekuat mungkin siapa pelakunya dan menindak tegas, hukum seberat-beratnya,"singkatnya.

Polisi juga akan terus mengusut kasus kasus perusakan terhadap dua Pos Pol Satlantas di Jakarta Selatan (Jaksel). Saat ini telah ada lima saksi yang diperiksa, yaitu Sumiati (18), Topan Saputra (17), Juleha (20), Tari (18), Taunah (66).

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto juga menuturkan, pelaku perusakan dua Pos Pol Satlantas telah memiliki ciri-ciri berambut cepak.

Kejadian bermula dari perempatan Kuningan pukul 22.30 malam WIB, saat anggota lantas telah menghentikan arus lalin karena akan lewat rombongan Wapres. Kemudian ada pengendara sepeda motor berambut cepak berboncengan nyelonong kemudian dihentikan anggota lantas (lalu-lintas).

Setelah dijelaskan kemudian yang bonceng turun memukul anggota lantas hingga jatuh. Rekan anggota lantas lainnya yang tidak jauh dari lokasi mendatangi pembonceng tersebut untuk melerai.

Malah dipukul di wajah kemudian dibalas dan saling akhirnya saling pukul. Saat itu juga anggota lantas yang pertama berkelahi dengan yang mengendarai motor. Kondisi seperti itu Danton Lantas Ipda Kardi datang melerai dan membubarkan.

Dijelaskannya, sang pengendara motor tersebut juga sempat mengutarakan kecaman kepada anggota lantas. "Saat itu pembonceng mengatakan Awas kamu! Saya tidak terima, tunggu saya, saya akan datang dengan pasukan," papar Rikwanto.


Editor : Dian Sukmawati

POS POL DIRUSAK, BUKTI WIBAWA POLRI MEROSOT DI TITIK TERENDAH

Artikel lainnya »