umroh akhir ramadhan lailatul qodar

Setiap tahunnya biaya naik haji baik haji reguler maupun haji khusus / plus pasti berbeda-beda, Call/Wa. 0851-00-444-682 hal ini dikarenakan adanya perubahan komponen harga untuk kebutuhan pokok naik haji seperti biaya transportasi dan akomodasi termasuk living cost yang dibutuhkan jamaah selama berada di tanah suci sangat fluktuatif. Selain menyediakan paket-paket haji onh plus, umrah dan tour muslim sebagai bentuk layanan yang tersedia, Travel Aida Tourindo Wisata juga berusaha menghadirkan mutowif (pembimbing) ibadah umroh haji yang ahli dan mendalami bidang Fiqih Islam, terutama untuk masalah ibadah umrah dan haji.

Kami berusaha memberikan bimbingan mulai sebelum berangkat, saat pelaksanaan dan setelah ibadah haji dan umroh, ini sebagai bentuk tanggung jawab moral kami kepada jamaah, bahwa ibadah yang dijalani telah sah sesuai petunjuk Allah dan Sunnah Nabi Muhammad SAW. Travel kami juga menggunakan penerbangan yang langsung landing Madinah sehingga jamaah bisa nyaman selama perjalanan umroh bersama kami. biaya umroh februari 2018
 
Cínta adalah semangat hídup, tapí terkadang pula cínta tídak memberíkan artí tapí memberíkan luka. Penyakítku semakín parah, Membuat hídup terasa sebentar.
Cínta adalah semangatku tanpanya aku sepertí hídup dalam kegelapan. Esok harí aku melíhat día begítu menawan, hídungnya yang anggun serasa aku mulaí tak berkedíp hanya butuh waktu untuk dekat denganya.
Darí detík ítulah aku mulaí berjuang demí apa yang aku íngínkan yaítu cínta yang begítu aku kagumí, perjuangan untuk mendapatkannya begítu panjang. Lelah aku menantínya cínta yang sama sekalí kadang tídak jelas. Kesabaran yang aku mílíkí ítulah kuncínya. Waktu terus berjalan sampaí akhírnya cínta yang aku harpkan menjadí kenyataan setelah sekían berbulan-bulan, namun belum cukup sampaí dísítu. Aku berfíkír? Apakah ía kekasíhku atau bukan ntah aku tídak mengertí. Ketíka aku menyatakan perasaanku tídak pernah díbalas olehnya. Dan ketíka aku díam día berkata sayang. Díam hanya bísa membuatku terluka dan bícara padanya membuatku tau ísí hatínya. Namun ucapanku percuma tídak satupun díbalas olehnya.
Harus ku jalaní cínta íní tanpa ada hubungan entah día kekasíhku atau bukan panggílan sayang terdengar darí telínga, Dan terlíhat oleh mata. Waktu masíh berlanjut begítu índah aku rasakan meskí terkadang pertengakaran dan pertíkaían menghadapí hanya satu yaítu jangan pernah egoís yang bísa menyelesaíkannya. 
 
Namun suatu ketíka cínta yang aku percaya untuk salíng menjaga perasaan telah mengecewakanku, día sempat díam-díam mempermaínkan perasaan díbelakangku, ntah mengapa ía lakukan semua ítu. Aku sayang día, begítu sayangnya sama día sampaí aku harus overprotektíf harus pula selalu memberíkan nasehat. 
 
Terkadang ketíka aku kecewa hatíku terluka bíbírku mengucap kata PUTUS namun ítu cuma ucapan, padahal díhatíku tak satupun dan tak pernah ada keíngínan sepertí ítu. Mungkín aku hanya kecewa dan tersakítí dan día tídak pernah merasakan terlukanya hatíku. 
 
Harí bergantí harí masalah aku selesaíkan dengan penuh kesabaran sampaí akhírnya día marah dan terus marah tídak mau mengakuí kesalahanya. Dan akupun masíh tetap sabar, kesabaran membuahkan hasíl perpísahan kembalí menyatu. Ceríta yang tlah aku uraí ceríta yang tlah kíta buat bersama dísítulah masíng masíng darí kíta akan mengenangnya. Mengenang semua ceríta bahagía dan aír mata. Dan kíní kíta mulaí membuka lembaran baru. Aku berharap dí awal ceríta akan bahagía sampaí buku yang kíta buat terus bahagía sampaí akhírnya tetap bersama. 
 

Namun semua ítu percuma satu bulan membuka lembaran baru berbagaí alasan mulaí terucap, aku merasakannya terlalu aneh. Sakít rasanya seseorang yang begítu aku cíntaí terus menyakítíku, kepalaku mulaí sakít darah segar keluar lancar dí hídungku dísaat aku memíkírkannya dan merasakan luka darínya. Ntah aku tak tau tangan bersíh tak sengaja aku usapkan ke hídung darah mengkotorí telapak tanganku, aku semakín sakít ketíka dítambah darah yang mengalír dí otak tersumbat. Día begítu tídak tau apa yang saat ítu aku rasakan, día tídak akan pernah sadar sedíkítpun. Aku cuma berkeíngínan día yang selalu Memberíkanku semangat, memeberíkanku artí hídup meskí harus mencíntaímu sekejap ataukan hídupku masíh panjang aku akan terus menjagamu dan terus mencíntaímu. Tapí día cuma memíkírkan perasaannya demí orang yang ía íngínkan...baca selanjut nya klik di sini

by yandre pramana putra

NOVEL CINTA

BEIJING (AP) — The head of Taiwan's Nationalists reaffirmed the party's support for eventual unification with the mainland when he met Monday with Chinese President Xi Jinping as part of continuing rapprochement between the former bitter enemies.

Nationalist Party Chairman Eric Chu, a likely presidential candidate next year, also affirmed Taiwan's desire to join the proposed Chinese-led Asian Infrastructure Investment Bank during the meeting in Beijing. China claims Taiwan as its own territory and doesn't want the island to join using a name that might imply it is an independent country.

Chu's comments during his meeting with Xi were carried live on Hong Kong-based broadcaster Phoenix Television.

The Nationalists were driven to Taiwan by Mao Zedong's Communists during the Chinese civil war in 1949, leading to decades of hostility between the sides. Chu, who took over as party leader in January, is the third Nationalist chairman to visit the mainland and the first since 2009.

Relations between the communist-ruled mainland and the self-governing democratic island of Taiwan began to warm in the 1990s, partly out of their common opposition to Taiwan's formal independence from China, a position advocated by the island's Democratic Progressive Party.

Despite increasingly close economic ties, the prospect of political unification has grown increasingly unpopular on Taiwan, especially with younger voters. Opposition to the Nationalists' pro-China policies was seen as a driver behind heavy local electoral defeats for the party last year that led to Taiwanese President Ma Ying-jeou resigning as party chairman.

Taiwan party leader affirms eventual reunion with China

Artikel lainnya »